laptop Idaman
Akhir-akhir ini saya ingin ble laptop nich. Oh, Laptop idamanku,
HP Compaq Presario V3802 – KS381PA
AMD Turion 64 X2 Dual-Core Mobile Technology TL-60 Processor 2.0GHz (512KB + 512KB L2 Cache) / 1024MB DDR2 / 160GB HDD / 14″ Wide Bright View / Supermulti DVD+RW DL Support / Integrated 802.11a/b/g / nVidia Geforce 7150M VRAM / 5-In-1 Card Reader / Firewire / Bluetooth / Windows Vista Basic / Integrated Compaq WEBCAM
Rp. 7.700.000,-
Mungkin bagi kebanyakan orang harganya tidak terlalu mahal. namun bagi saya harga segitu sangatlah mahal dan sulit dijangkau. Apalagi saya masih kuliah dan hanya mendapatkan uang dari papa mama dan hasil ngajarin les anak-anak. Ditambah lagi, sekarang saya sedang gabung di kursus internet marketing, Asian Brain. Otomatis saya tidak punya uang lebih yang bisa saya kumpulkan tiap bulannya. Walaupun ada, paling harus saya belanjakan untuk keperluan membeli domain dan sewa hosting.
Semakin hari semakin ngiler deh. Apalagi dikampus banyak temanku yang sudah menjinjing laptop mini ini. Internetan gratis dari kampus. Aduchhh…… Kapan yach….. Pengennya sich ada yang langsung ngasih. (mimpi). Hehehe…..
Doain aja ya supaya cepet kesampean. Semoga saja Adsense saya cepat diterima dan cepet menghasilkan duit.
Laptop, kaulah yang akan kubeli dari hasil Adsenseku…..
Ponsel TV Cina Menyerbu
Dengan semakin majunya teknologi, maka semakin baru juga teknologi yang hadir di dunia ini. Jika dulu memiliki ponsel kamera saja sudah keren, tetapi sekarang tidak. sekarang ponsel kamera sudah banyak yang punya. Trend teknologi dan minat pasar mulai berubah. jika dulu hanyalah fasilitas gambar tidak bergerak yang disajikan, tetapi sekarang vendor ponsel mulai memperkenalkan teknologi terbaru yaitu ponsel TV.
Ponsel TV sedang marak-maraknya di kenalkan di tanah air kita ini. Kebanyakan vendor yang terjun pada bidang ini adalah yang berasal dari Cina. tidak jarang juga dari negara lain seperti Korea dan Taiwan. Negara tersebut berni menyuguhkan tekhnologi ponsel TV terkini dengan harga sangat miring. Untuk sebuah ponsel TV dengan ukuran layar yang cukup besar dan bisa touchscreen dibandrol dengan harga sekitar 1,5 sampai 2 juta rupiah. sungguh harga yang fantastis jika dibandingkan dengan ponsel merek lain yang harganya selangit.
Serbuan ponsel ini belum tentu menjadi anugrah. Banyak pengaruh negati yang muncul dari masuknya barang impor Cina atau Korea ini.
- Banyak ponsel TV yang beredar dimasyarakat saat ini diragukan kualitasnya. Merek memang memberikan pengaruh tinggi, terutama untuk pencitraan. Barang dengan merek dagang Cina memberi citra mudah rusak dan tidak tahan lama. Ditambah lagi belum jelasnya service centre untuk menampung keluhan masyarakat atas rusaknya suatu produk.
- Dengan semakin banyaknya ponsel baru, maka harga ponsel lama yang sudah beredar di pasaran akan mudah turun. hal ini akn membuat kecewa orang yang sudah membeli ponsel tercintanya mahal-mahal. Dia akan kecewa jika barang yang dibelinya harganya cepat turun.
- Banyaknya barang impor mrnunjukkan bahwa indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri, terutama dalam masalah telekomunikasi. ponsel-ponsel buatan indonesiapun kalah bersaing dengan masuknya barang impor yang sudah tentu lebih murah dan terjangkau. lihat saja produk Nexian yang merupakan produk indonesia, sekarang telah menghilang entah kemana.
Komputer Rusak
Hari in komputer saya rusak dan terpaksa harus dibawa ketempat servis komputer. Dan setelah dilihat oleh tukang servis, komputer saya harus diinstall ulang dan data-data di komputer saya tidak bisa diselamatkan lagi. Denan besar hati saya merelakan komputer saya yang rusak ini untuk diinstal ualng. Untung saja jauh-jauh hari saya telah mengcopy beberapa data penting ke CD. Tapi tetap saja ada beberapa data berupa gambar kenang-kenangan saya ketika melaksanakan KKl di Purbalingga yang hilang.
Alhamdulillah sekarang komputer saya sudah betul kembali dan bisa saya gunakan untuk browsning dan menjalankan bisnis internet marketing saya.
Tarif Im3 Naik
Dengan semakin pesatnya persaingan di dunia internet saat ini, seharusnya para operator semakin menurunkan tarifnya.
Tetapi tidak begitu dengan Im3. Im3 yang merupakan salah satu operatur penguasa pasar telekomunikasi Indonesia malah menaikkan tarifnya.
