Perbandingan Operator GSM dan CDMA

Juli 4, 2008 at 4:50 am (Telekomunikasi) (, , , , , , , , , , , )

Perbandingan operator GSM:
Indosat : Im3 & Mentari >>> SMS murah tapi telepon gak terlalu murah
XL : Bebas >>> SMS mahal tapi telepon paling murah dibandingkan GSM yang lain
TELKOMSEL : Simpati & AS >>> baik SMS maupun telepon tarifnya paling mahal, tapi sinyalnya paling kuat mencakup hampir seluruh Indonesia

Perbandingan opertaor CDMA:
Esia >>> Tarifnya murah baik lokal maupun SLJJ tapi sering overload karena kebanyakan pemakai
Flexi >>> Sinyalnya kuat dan cakupannya paling luas.Tarifnya hanya murah untuk lokal, jika SLJJ malah lebih mahal daripada GSM
Starone >>> Tarifnya paling murah diantara operator yang lain. Tapi sayang promosinya kurang gencar sehingga pelanggannya baru sedikit.

gue sekarang lagi pake Im3 dan berencana mao ganti ke XL. Karena setelah dihitung-hitung tarif telepon XL emang yang paling murah. Indosat malah lebih boong lagi.
Jam 06.00 – 11.00 >>> Rp.240 hanya untuk 4 menit
Jam 11.00 – 17.00 >>> Rp.1350 hanya untuk 8 menit
jam 17.00 – 01.00 >>> Rp.1350 hanya untuk 4 menit.
Gua tiap hari telepon gebetan gue di Purwokerto setiap bulannya abis Rp.400.000,-
makan mo coba XL. Semoga lebih murah……

Permalink 1 Komentar

Ponsel TV Cina Menyerbu

Juni 21, 2008 at 11:37 pm (Telekomunikasi) (, , , )

Dengan semakin majunya teknologi, maka semakin baru juga teknologi yang hadir di dunia ini. Jika dulu memiliki ponsel kamera saja sudah keren, tetapi sekarang tidak. sekarang ponsel kamera sudah banyak yang punya. Trend teknologi dan minat pasar mulai berubah. jika dulu hanyalah fasilitas gambar tidak bergerak yang disajikan, tetapi sekarang vendor ponsel mulai memperkenalkan teknologi terbaru yaitu ponsel TV.

Ponsel TV sedang marak-maraknya di kenalkan di tanah air kita ini. Kebanyakan vendor yang terjun pada bidang ini adalah yang berasal dari Cina. tidak jarang juga dari negara lain seperti Korea dan Taiwan. Negara tersebut berni menyuguhkan tekhnologi ponsel TV terkini dengan harga sangat miring. Untuk sebuah ponsel TV dengan ukuran layar yang cukup besar dan bisa touchscreen dibandrol dengan harga sekitar 1,5 sampai 2 juta rupiah. sungguh harga yang fantastis jika dibandingkan dengan ponsel merek lain yang harganya selangit.

Serbuan ponsel ini belum tentu menjadi anugrah. Banyak pengaruh negati yang muncul dari masuknya barang impor Cina atau Korea ini.

  1. Banyak ponsel TV yang beredar dimasyarakat saat ini diragukan kualitasnya. Merek memang memberikan pengaruh tinggi, terutama untuk pencitraan. Barang dengan merek dagang Cina memberi citra mudah rusak dan tidak tahan lama. Ditambah lagi belum jelasnya service centre untuk menampung keluhan masyarakat atas rusaknya suatu produk.
  2. Dengan semakin banyaknya ponsel baru, maka harga ponsel lama yang sudah beredar di pasaran akan mudah turun. hal ini akn membuat kecewa orang yang sudah membeli ponsel tercintanya mahal-mahal. Dia akan kecewa jika barang yang dibelinya harganya cepat turun.
  3. Banyaknya barang impor mrnunjukkan bahwa indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri, terutama dalam masalah telekomunikasi. ponsel-ponsel buatan indonesiapun kalah bersaing dengan masuknya barang impor yang sudah tentu lebih murah dan terjangkau. lihat saja produk Nexian yang merupakan produk indonesia, sekarang telah menghilang entah kemana.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tarif Im3 Naik

Juni 15, 2008 at 6:44 am (Telekomunikasi) (, )

Dengan semakin pesatnya persaingan di dunia internet saat ini, seharusnya para operator semakin menurunkan tarifnya.

 

Tetapi tidak begitu dengan Im3. Im3 yang merupakan salah satu operatur penguasa pasar telekomunikasi Indonesia malah menaikkan tarifnya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar